Perjalanan saya Liburan Di RS Kanker Dharmais untuk Scan Tiroid
Holaaa...saya jarang update tulisan saya lagi beberapa waktu kemarin karena saya sok sibuk mondar mandir ke RSKD (RS Kanker Dharmais). Pertama saya dijadwalkan ketemu sama dokter onko saya dulu disana untuk dapat rujukan ke bagian Kedokteran Nuklir supaya bisa dilakukan tindakan scan tiroid. Mau ketemu sama dokter spesialis Kedokteran Nuklirnya aja juga perjanjian nya lumayan ya...
Akhirnya sesudah melewati proses yang panjang karena saya pasien BPJS, panjang karena saya atur jadwal dulu di bagian Radiodiagnostik lalu saya dijadwalkan buat SEP di lantai 2 lalu saya harus turun lagi ke bagian Radiodiagnostik untuk menyerahkan syarat-syarat dokumennya.
Dan akhirnya dijadwal yang sudah ditentukan nih...saya bisa scan tiroid tanggal 22 Maret kemarin. Saya masuk ke ruang persiapan, dimasukkan jarum infus untuk membantu memasukan radioaktif iodine dalam dosisi kecil karena hanya untuk diagnostik dulu. Lalu saya disuruh tunggu di ruang tunggu isolasi yang sudah disiapkan RSKD. Oh iya kalau mau scan apapun itu bagi yang pertama kali mungkin kurang tahu ya tapi saya sarankan bawa air minimal 2 Liter karena sama perawat disana pasti disuruh konsumsi air sebanyak-banyaknya sesudah penyuntikan radioaktif iodine nya. Sesudah penyuntikan RAI saya dipersilahkan masuk ruang scan untuk scan tiroid, alat scan nya mirip sama CT Scan begitu ya, tapi badan saya gak sampai masuk kok, cuma sebatas sampai bahu saja. Lumayan lama ya pencitraan sinar gamma nya saya hitung-hitung ada sekitar 15 menit sedangkan saya pingin banget buang air kecil karena kebanyakan minum.
Sesudah prosedur scan tiroid selesai saya disarankan minum air lagi yang banyak dan boleh ke toilet sambil tunggu pangggilan dokter Nuklir nya. Kebetulan dokter nuklirnya yang mengirim saya jadi hasilnya langsung dibaca sama dokter saya. Beliau bilang masih ada sisa jaringan di tiroid sebelah kanan jadi direncanakan Ablasi. Ablasi itu prosedurnya kita konsumsi Radioactive Iodine 131 atau RAI 131 atau I-131 ya. Gunanya untuk pasien kanker tiroid seperti saya itu utnuk menghancurkan sisa kanker nya dan yang pasti sisa jaringan tiroidnya juga pasti hancur brooo...Yup seperti pedang bermata 2 ya, RAI 131 berguna sekali untuk pengobatan tapi bisa menghancurkan jaringan tiroid kita.
Hmm..waktu saya masih di rumah sakit gak berasa ada efek samping dari penyuntikan RAI ini ya...tapi begitu saya sampai di stasiun untuk pulang ke Bogor mulai efek sampingnya bekerja nih, tenggorokan sakit, perut sebah dan sampai sekarang kepala saya sakit sekali. Begitu saya tanya teman-teman saya yang pernah scan memang katanya ada efek sampingnya tapi tergantung masing-masing orang. Duh segini baru scan, gimana Ablasi.
Akhirnya karena saya juga butuh surat ijin untuk kantor, saya disuruh naik ke poli nya dokter saya untuk surat ijin tidak kerja dan eeeehhh taunya malah jadi disuruh perpanjang masa puasa konsumsi obat euthyrax saya karena saya dijadwalkan Ablasi tanggal 3 April mendatang. Dokter Nuklir saya telepon dokter Onko saya dan dokter Onko saya sudah acc untuk melanjutkan puasa euthyrax saya.
Lalu dokter Nuklir saya kasih pengantar untuk persiapan Ablasi dan saya harus serahkan pengantarnya saat itu juga ke bagian RIRA di lantai 5. Saya kasih pengantarnya ke perawat RIRA lalu saya diminta nomor telepon yang bisa dihubungi. Dokter Nuklir saya minta saya ketemu lagi sama saya sebelum Ablasi sekitar tanggal 29 Maret sekaligus cek lab persiapan Ablasi.
Oke...selesai sementara sampai sana, saya masih nunggu nih tanggal 29 Maret gimana perjalanannya menuju proses Ablasi..
Semoga Lancar semuanya..Amien😀😃😀
Akhirnya sesudah melewati proses yang panjang karena saya pasien BPJS, panjang karena saya atur jadwal dulu di bagian Radiodiagnostik lalu saya dijadwalkan buat SEP di lantai 2 lalu saya harus turun lagi ke bagian Radiodiagnostik untuk menyerahkan syarat-syarat dokumennya.
Dan akhirnya dijadwal yang sudah ditentukan nih...saya bisa scan tiroid tanggal 22 Maret kemarin. Saya masuk ke ruang persiapan, dimasukkan jarum infus untuk membantu memasukan radioaktif iodine dalam dosisi kecil karena hanya untuk diagnostik dulu. Lalu saya disuruh tunggu di ruang tunggu isolasi yang sudah disiapkan RSKD. Oh iya kalau mau scan apapun itu bagi yang pertama kali mungkin kurang tahu ya tapi saya sarankan bawa air minimal 2 Liter karena sama perawat disana pasti disuruh konsumsi air sebanyak-banyaknya sesudah penyuntikan radioaktif iodine nya. Sesudah penyuntikan RAI saya dipersilahkan masuk ruang scan untuk scan tiroid, alat scan nya mirip sama CT Scan begitu ya, tapi badan saya gak sampai masuk kok, cuma sebatas sampai bahu saja. Lumayan lama ya pencitraan sinar gamma nya saya hitung-hitung ada sekitar 15 menit sedangkan saya pingin banget buang air kecil karena kebanyakan minum.
Sesudah prosedur scan tiroid selesai saya disarankan minum air lagi yang banyak dan boleh ke toilet sambil tunggu pangggilan dokter Nuklir nya. Kebetulan dokter nuklirnya yang mengirim saya jadi hasilnya langsung dibaca sama dokter saya. Beliau bilang masih ada sisa jaringan di tiroid sebelah kanan jadi direncanakan Ablasi. Ablasi itu prosedurnya kita konsumsi Radioactive Iodine 131 atau RAI 131 atau I-131 ya. Gunanya untuk pasien kanker tiroid seperti saya itu utnuk menghancurkan sisa kanker nya dan yang pasti sisa jaringan tiroidnya juga pasti hancur brooo...Yup seperti pedang bermata 2 ya, RAI 131 berguna sekali untuk pengobatan tapi bisa menghancurkan jaringan tiroid kita.
Hmm..waktu saya masih di rumah sakit gak berasa ada efek samping dari penyuntikan RAI ini ya...tapi begitu saya sampai di stasiun untuk pulang ke Bogor mulai efek sampingnya bekerja nih, tenggorokan sakit, perut sebah dan sampai sekarang kepala saya sakit sekali. Begitu saya tanya teman-teman saya yang pernah scan memang katanya ada efek sampingnya tapi tergantung masing-masing orang. Duh segini baru scan, gimana Ablasi.
Akhirnya karena saya juga butuh surat ijin untuk kantor, saya disuruh naik ke poli nya dokter saya untuk surat ijin tidak kerja dan eeeehhh taunya malah jadi disuruh perpanjang masa puasa konsumsi obat euthyrax saya karena saya dijadwalkan Ablasi tanggal 3 April mendatang. Dokter Nuklir saya telepon dokter Onko saya dan dokter Onko saya sudah acc untuk melanjutkan puasa euthyrax saya.
Lalu dokter Nuklir saya kasih pengantar untuk persiapan Ablasi dan saya harus serahkan pengantarnya saat itu juga ke bagian RIRA di lantai 5. Saya kasih pengantarnya ke perawat RIRA lalu saya diminta nomor telepon yang bisa dihubungi. Dokter Nuklir saya minta saya ketemu lagi sama saya sebelum Ablasi sekitar tanggal 29 Maret sekaligus cek lab persiapan Ablasi.
Oke...selesai sementara sampai sana, saya masih nunggu nih tanggal 29 Maret gimana perjalanannya menuju proses Ablasi..
Semoga Lancar semuanya..Amien😀😃😀

Komentar
Posting Komentar